
Tahun depan, jaringan hotel internasional Hilton Grup akan membangun Hotel Grand Sidrap, pada lahan seluas 60x80 meter per segi.
Rencananya, hotel tersebut akan dibangun di lokasi rumah jabatan mantan Bupati Sidrap A Sapada yang sudah tidak digunakan lagi, di jalan poros Sidrap-Soppeng. Nantinya, hotel tersebut akan bersebelahan dengan Lapangan Usman Isa Pangkajene. Selain hotel, Hilton Grup juga akan membangun sejumlah fasilitas umum di Bumi Nene Mallomo.
Untuk memastikan hal tersebut, beberapa waktu lalu tiga konsultan Hilton Group Zafnura, Zenin Adrian, dan Zarrabida, telah berkunjung ke Sidrap dan memaparkan rencana pembangunan hotel itu, di depan Bupati Sidrap Rusdi Masse, serta sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Konsultan Hilton Group Zenin Adrian dalam persentasenya memaparkan, Hotel Grand Sidrap yang akan dibangun bertujuan untuk memajukan perekonomian dan pengembangan pariwisata di daerah itu.
Meski belum menyebutkan biaya dan type hotel yang akan dibangun, secara sepintas dia menggambarkan bahwa Hotel Grand Sidrap akan ditempatkan di pusat ibukota. Rencananya, hotel tersebut terdiri dari tiga lantai dan dilengkapi berbagai fasilitas seperti halaman parkir, teras dan ruang lobi yang layak. Disebutkan juga, lantai dasar terdiri dari 57 kamar dengan variasi kamar standard, superior, suite dan president suite.
Hotel juga dilengkapi dengan restoran, ruang karaoke, lift, ruang pertemuan, pesta, atau kegiatan sosial lainnya serta banyak lagi fasilitas yang tak disebutkan semua. “Rencananya, pembangunan Hotel Grand Sidrap dilakukan dalam waktu dekat dan diusahakan rampung dalam hanya dalam 1,5 tahun. Kami mohon bantuan dan kerjasama dari Pemkab Sidrap agar pembangunan hotel itu bisa berjalan dengan lancar," kata Zenin Ardian.
Bupati Sidrap Rusdi Masse yang ditemui mengatakan, menyambut baik rencana pembangunan Hotel Grand Sidrap. Menurut dia, pembangunan hotel itu untuk menggenjot roda perekonomian di Sidrap. Selain hotel kata dia, Hilton Grup juga akan melakukan penataan kota Pangkajene, melakukan pembangunan kantor bupati yang baru, serta pembangunan kantor gabungan dinas.
Dikatakan juga, kehadiran Hilton Grup di Sidrap merupakan bagian dari program penataan Pangkajene sebagai ibukota kabupaten. Selain hotel kata Rusdi, sejumlah fasilitas umum juga akan dibangun agar Pangkajene tidak terkesan kumuh dan semrawut. Apalagi Sidrap merupakan daerah perlintasan menuju beberapa kabupaten di wilayah utara Sulsel.
“Kita menginginkan Kota Pangkajene ini terkesan berwajah kayak kota besar yang bersih, indah, bagus, dan tertata rapi,” ungkap dia. Dikatakan juga, jalan utama juga akan dilengkapi trotoar, taman kota, dan pepohonan hijau. Sementara Kabag Humas Pemkab Sidrap Mahmud yang mendampingi tim Hilton Grup mengatakan, lahan yang disiapkan untuk pembangunan hotel seluas 60x80 meter per segi atau sekitar 0,50 hektar.
Sementara kantor bupati baru yang dilengkapi dengan gabungan dinas akan dibangun di Bola Lelee’, tepatnya wilayah perbatasan Kelurahan Lakesessi Kecamatan Maritengngae dan Kelurahan Batu Lappa Kecamatan Watangpulu. “Luas lokasi di Bola Lelee’ sekitar 12 hektare, dan bila diperlukan, luas lokasi akan ditambah lagi oleh pemerintah daerah,” ungkap Mahmud.
Selain lokasi pembangunan hotel dan kantor bupati yang baru, tim Hilton Grup juga memantau area Monumen Ganggawa, yang selama ini jadi lokasi warkop dan kafe. Tempat itu disebut oleh warga kota sebagai Pantai Kering (Panker). Lokasi tersebut juga merupakan salah satu bagian yang akan ditata oleh jaringan hotel internasional itu.








