SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN. SEMOGA AMAL IBADAHNYA DITERIMA OLEH ALLAH SWT. SILAHKAN KIRIMKAN KARYA ANDA KE E-MAIL; muhammad.syahlan@gmail.com

Hilton Grup Bangun Hotel di Sidrap

Rabu, 04 November 2009


Tahun depan, jaringan hotel internasional Hilton Grup akan membangun Hotel Grand Sidrap, pada lahan seluas 60x80 meter per segi.

Rencananya, hotel tersebut akan dibangun di lokasi rumah jabatan mantan Bupati Sidrap A Sapada yang sudah tidak digunakan lagi, di jalan poros Sidrap-Soppeng. Nantinya, hotel tersebut akan bersebelahan dengan Lapangan Usman Isa Pangkajene. Selain hotel, Hilton Grup juga akan membangun sejumlah fasilitas umum di Bumi Nene Mallomo.



Untuk memastikan hal tersebut, beberapa waktu lalu tiga konsultan Hilton Group Zafnura, Zenin Adrian, dan Zarrabida, telah berkunjung ke Sidrap dan memaparkan rencana pembangunan hotel itu, di depan Bupati Sidrap Rusdi Masse, serta sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Konsultan Hilton Group Zenin Adrian dalam persentasenya memaparkan, Hotel Grand Sidrap yang akan dibangun bertujuan untuk memajukan perekonomian dan pengembangan pariwisata di daerah itu.

Meski belum menyebutkan biaya dan type hotel yang akan dibangun, secara sepintas dia menggambarkan bahwa Hotel Grand Sidrap akan ditempatkan di pusat ibukota. Rencananya, hotel tersebut terdiri dari tiga lantai dan dilengkapi berbagai fasilitas seperti halaman parkir, teras dan ruang lobi yang layak. Disebutkan juga, lantai dasar terdiri dari 57 kamar dengan variasi kamar standard, superior, suite dan president suite.

Hotel juga dilengkapi dengan restoran, ruang karaoke, lift, ruang pertemuan, pesta, atau kegiatan sosial lainnya serta banyak lagi fasilitas yang tak disebutkan semua. “Rencananya, pembangunan Hotel Grand Sidrap dilakukan dalam waktu dekat dan diusahakan rampung dalam hanya dalam 1,5 tahun. Kami mohon bantuan dan kerjasama dari Pemkab Sidrap agar pembangunan hotel itu bisa berjalan dengan lancar," kata Zenin Ardian.

Bupati Sidrap Rusdi Masse yang ditemui mengatakan, menyambut baik rencana pembangunan Hotel Grand Sidrap. Menurut dia, pembangunan hotel itu untuk menggenjot roda perekonomian di Sidrap. Selain hotel kata dia, Hilton Grup juga akan melakukan penataan kota Pangkajene, melakukan pembangunan kantor bupati yang baru, serta pembangunan kantor gabungan dinas.

Dikatakan juga, kehadiran Hilton Grup di Sidrap merupakan bagian dari program penataan Pangkajene sebagai ibukota kabupaten. Selain hotel kata Rusdi, sejumlah fasilitas umum juga akan dibangun agar Pangkajene tidak terkesan kumuh dan semrawut. Apalagi Sidrap merupakan daerah perlintasan menuju beberapa kabupaten di wilayah utara Sulsel.

“Kita menginginkan Kota Pangkajene ini terkesan berwajah kayak kota besar yang bersih, indah, bagus, dan tertata rapi,” ungkap dia. Dikatakan juga, jalan utama juga akan dilengkapi trotoar, taman kota, dan pepohonan hijau. Sementara Kabag Humas Pemkab Sidrap Mahmud yang mendampingi tim Hilton Grup mengatakan, lahan yang disiapkan untuk pembangunan hotel seluas 60x80 meter per segi atau sekitar 0,50 hektar.

Sementara kantor bupati baru yang dilengkapi dengan gabungan dinas akan dibangun di Bola Lelee’, tepatnya wilayah perbatasan Kelurahan Lakesessi Kecamatan Maritengngae dan Kelurahan Batu Lappa Kecamatan Watangpulu. “Luas lokasi di Bola Lelee’ sekitar 12 hektare, dan bila diperlukan, luas lokasi akan ditambah lagi oleh pemerintah daerah,” ungkap Mahmud.

Selain lokasi pembangunan hotel dan kantor bupati yang baru, tim Hilton Grup juga memantau area Monumen Ganggawa, yang selama ini jadi lokasi warkop dan kafe. Tempat itu disebut oleh warga kota sebagai Pantai Kering (Panker). Lokasi tersebut juga merupakan salah satu bagian yang akan ditata oleh jaringan hotel internasional itu.

Read More.....>>

Harga Telur Kembali Anjlok


Setelah sempat mencapai Rp21.000, harga telur ayam ras di Sidrap anjlok hingga Rp16.000 per rak.

Seorang peternak ayam dari Desa Allakkuang Kecamatan Maritengae, Hamran,43 menceritakan anjloknya harga telur tersebut terjadi sejak dua pekan terakhir dan turun secara perlahan. Bahkan pada Senin (2/11) lalu, harga telur per rak masih sekitar Rp17.000. Namun kemarin, harganya kembali turun jadi Rp16.000. Sementara pada awal Oktober, harga telur bahkan pernah menyentuh angka Rp15.000 per rak.



Untungnya, Pemkab Sidrap langsung turun tangan menstabilkan harga dengan melakukan operasi pasar. Hamran menyebutkan, dengan anjloknya harga telur tersebut, maka kerugian peternak ayam petelur, makin besar. Apalagi kata Hamran, harga pakan juga mengalami tren kenaikan. Utamanya harga dedak yang mencapai Rp13.000 per kilogram.

Padahal sebelumnya, harga pakan ternak itu hanya berkisar Rp2000 sampai Rp3000 per kilogram. Belum lagi biaya bungkil jagung dan pakan ternak yang harganya juga makin naik. Dengan kalkulasi harga telur yang hanya Rp16.000 per rak, maka biaya pakan ternak saja kata Hamran, tidak menutupi biaya produksi.

"Pakan ternak kan mahal. Jika harga telur turun hingga Rp16.000 per rak, itu tidak bisa menutupi pakan ternak tiap hari. Sementara ayam harus diberi makan tiga kali dalam satu hari. Tidak ada istilah menunggu," keluh Hamran yang mengaku mempunyai ayam ras sebanyak 6000 ekor.

Diakui juga, selama ini dia hanya mengandalkan harga telur untuk menebus pakan ternaknya. Sehingga jika harga telur anjlok, dia harus mengutang ke pedagang pakan. Hamran berharap Pemkab Sidrap segera turun tangan untuk menstabilkan harga. Sebab jika tidak, kata dia, peternak yang memiliki modal pas-pasan seperti dirinya, terancam gulung tikar.

Terpisah, Kabag Administrasi Perekonomian dan Penanaman Modal Pemkab Sidrap Sudirman Bungi menjelaskan, anjloknya harga telur saat ini karena permintaan pasar dalam kondisi lesu. Diperkirakan, kualitas telur yang ada selama ini, kurang diminati. Selain itu, anjloknya harga juga dipengaruhi oleh ulah spekulan yang memilah telur berdasarkan ukuran besar dan kecilnya.

Akibatnya, patokan harga sering didasarkan pada ukuran telur tersebut. Padahal saat membeli dari peternak, harga telur disamaratakan. Sudirman mengatakan, sistem penjualan dengan menggunakan rak, memang sangat merugikan peternak. Diungkapkan, saat ini pihaknya tengah membahas pengalihan sistem penjualan telur per rak, menjadi per kilogram.

"Makanya untuk sementara, kita berencana akan mengalihkan sistem penjualan dari penjualan per rak, menjadi penjualan per kilogram. Dengan penjualan seperti itu, tidak ada lagi spekulasi harga. Dan yang paling utama tidak ada lagi permasalahan untuk harga telur kecil dengan harga telur besar. Dengan sistem seperti itu, kemungkinan besar ulah spekulan dapat ditekan," kata Sudirman.

Terkait masalah melonjaknya harga pakan ternak utamanya dedak, Kadis Perindustrian Dan Perdagangan Sidrap Haikal Ali yang dihubungi Seputar Indonesia mengakui adanya kelangkaan dedak di Sidrap selama beberapa pekan terakhir. Hal itu disebabkan, kurangnya produksi beras di sejumlah tempat penggilingan padi.

Akibat kurangnya produksi beras di Sidrap belakangan ini, terpaksa sejumlah pengusaha mengimpor dedak dari berbagai daerah di Sulsel. "Kami juga mendorong Bulog serta pengusaha penggilingan beras, agar tidak menjual dedak produksinya keluar Sulsel. Mengingat, selama ini memang banyak permintaan dari Kaltim agar mengekspor dedak ke daerah itu. Sementara, kita selalu kesulitan stok. Utamanya saat tidak ada panen. Saya pikir, seperti inilah memang hukum ekonomi yaitu supplay and demand," kata Haikal.

Read More.....>>

Calon Sekkot Parepare Ditahan


Calon Sekretaris Kota (Sekkot) Parepare Ramadhan Umasangaji, yang juga merupakan mantan Sekretaris DPRD Parepare ditahan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) dalam kasus tunjangan perumahan anggota dewan.

Ramadhan yang dijagokan sebagai calon Sekkot Parepare menggantikan Abdul Rahim Rauf, ditahan saat penyidik Polresta menyerahkan tersangka dan barang bukti kasus tersebut kepada Kejari, pada pukul 12.00 Wita kemarin, menyusul berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap (P21) oleh penyidik Kejari Parepare. Selain Kepala Badan Kepegawaian Dan Diklat Daerah (BKDD) itu, mantan Kabag Keuangan DPRD Parepare Anwar Thalib, juga ikut ditahan.



Dengan diantar mobil tahanan Kejari, keduanya langsung dibawa ke Lapas Klas II Parepare. Pelaksana Tugas Kajari Andi Nurwinah, melalui Pelaksana Harian Kajari Parepare Rudi mengatakan, penahanan yang dilakukan oleh penyidik terkait lengkapnya berkas perkara kedua tersangka tersebut, dan dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Parepare.

Rudi mengatakan, setelah berkas dakwaan rampung, maka berkas perkara kedua tersangka akan dilimpahkan ke PN. "Pada dasarnya, tidak ada lagi pemeriksaan yang akan kami lakukan kepada dua tersangka. Keduanya disangkakan telah melanggar pasal primer, yaitu Pasal 2 Ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," kata Rudi yang juga merupakan Kasi Datun Kejari Parepare.

Diketahui, Ramadhan dan Anwar resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polresta Parepare pada Rabu 24 Desember 2008 lalu. Mereka dinyatakan ikut bertanggung jawab sebagai pejabat yang berwewenang mencairkan anggaran tunjangan perumahan anggota dan pimpinan dewan, pada APBD 2004 dan 2005. Sedang Anwar Thalib yang saat ini menjabat sebagai Kabag Ekonomi Pemkot Parepare, terlibat karena menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM).

Disinggung mengenai berkas 19 mantan/anggota DPRD Parepare yang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut, Rudi mengatakan pihaknya masih tengah berkoordinasi dengan penyidik Polresta Parepare. Dikatakan, masih ada beberapa kekurangan dalam berkas tersebut sehingga pihaknya belum meminta penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Polresta.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Parepare AKP Agustinus mengatakan, berkas 19 mantan/anggota DPRD Parepare nomor perkara BP/42/X/2009/Reskrim, sudah dirampungkan pemeriksaannya oleh polisi. Dikatakan juga, berkas itu telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare, untuk pemeriksaan lanjutan. Namun sampai saat ini kata dia, Kejari belum memberikan keterangan mengenai kelengkapan berkas tersebut.

Jika dinyatakan lengkap, kata dia, maka 19 mantan/anggota DPRD Parepare yang jadi tersangka serta barang bukti kasus dugaan penyalahgunaan tunjangan perumahan anggota dewan itu, juga akan diserahkan ke Kejari. Lebih lanjut dijelaskan dalam berkas setebal enam sentimeter itu, terdapat 19 tersangka. Termasuk di dalamnya berkas Wakil Walikota Parepare Sjamsu Alam.

Agustinus mengatakan, sebenarnya ada 20 anggota dewan yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu. Hanya saja legislator Partai Golkar Suryadi Rusydi telah meninggal dunia, sehingga tidak ikut dijerat dalam kasus itu. Sementara empat anggota dewan lainnya, berhasil menunjukkan kuitansi bukti penyewaan rumah, seperti yang disyaratkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD, serta PP Nomor 37 Tahun 2005 tentang perubahan atas PP Nomor 24 Tahun 2004.

Mereka adalah legislator Partai Golkar Kaharuddin Kadir, mantan legislator Partai Bulan Bintang (PBB) Rahman Mappagiling, mantan legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bakhtiar Tijjang, dan legislator Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) A Siradz A Sapada.

Kasat Reskrim juga meyakini, berkas 19 anggota dewan itu akan langsung dinyatakan lengkap oleh jaksa, karena berkas dua tersangka lainnya yaitu Ramadhan Umasangaji, dan Anwar Thalib, telah dinyatakan lengkap. Sementara kata Agustinus, barang bukti dan kelengkapan berkas lainnya untuk 19 anggota dewan itu, sama dengan berkas Ramadhan dan Anwar.

"Hanya saja, berkas Ramadhan dan Anwar sengaja dipisah (split) dengan berkas 19 anggota dewan itu, karena tanggung jawab mereka berbeda. Khusus di Polresta, kami juga tidak menahan semua tersangka karena tidak ada alasan yang kuat, baik subjektif ataupun objektif, untuk menahan semua tersangka," kata dia.

Read More.....>>

Dedak Melonjak, Peternak Beralih Ke Keong


Akibat lonjakan harga dedak yang mencapai Rp13 ribu per kilogram, peternak di sejumlah kecamatan di Sidrap beralih menggunakan keong dan siput sebagai pakan.

Peternak asal Kelurahan Amparita Kecamatan Tellu Limpoe Idris,54 mengatakan, lonjakan harga dedak yang mencapai Rp13 ribu per kilogram, menjadikan peternak unggas mengeluh. Padahal sebelumnya, harga pakan ternak itu hanya berkisar Rp2000 sampai Rp3000 per kilogram. Diketahui, peternak di Sidrap menggunakan dedak sebagai campuran pakan ternak dan bungkil jagung untuk makanan unggasnya.



Karena tidak mampu lagi membeli dedak, sejumlah peternak, utamanya peternak itik terpaksa beraling beralih menggunakan keong dan siput sebagai makanan ternak. Idris mengatakan, dirinya tidak perlu lagi membeli siput. Cukup mengumpulkan binatang pengerat itu, yang banyak didapati di lahan persawahan atau pinggiran sungai.

"Harga dedak saat ini mencapai Rp13 ribu per kilogram. Padahal dulu, harganya hanya Rp2000-Rp3000 per kilogram. Makanya kami tidak sanggup lagi beli dedak. Bayangkan saja, harganya jauh lebih mahal dibanding beras yang hanya sekitar Rp3500 per kilogram. Makanya, kami terpaksa mencari siput atau keong sebagai gantinya dedak untuk pakan ternak," kata dia.

Selain dapat diperoleh secara gratis, kata Idris, napsu makan itik peliharaannya juga makin meningkat pasca mengonsumsi siput dan keong. Produksi telur hewan unggasnya, juga disebutkan makin meningkat. Lebih lanjut Idris menjelaskan, usaha peternak untuk mengumpulkan keong dan siput, juga akan menolong tanaman padi untuk terbebas dari hama keong mas.

Meski demikian, Idris tetap berharap agar Pemkab Sidrap tetap mengupayakan agar harga dedak kembali pada kondisi normal. Terpisah, Kadis Perindustrian Dan Perdagangan Sidrap Haikal Ali yang dihubungi Seputar Indonesia mengakui adanya kelangkaan dedak di Sidrap selama beberapa pekan terakhir. Hal itu disebabkan, kurangnya produksi beras di sejumlah tempat penggilingan padi.

Dijelaskan oleh Plt Direktur PDAM Sidrap itu, dedak merupakan kulit gabah yang menjadi halus saat dilakukan proses penggilingan. Dedak dianggap mempunyai protein serta sejumlah zat yang dibutuhkan hewan unggas, sehingga banyak digunakan peternak. Dikatakan juga, dedak biasanya dicampur dengan pakan serta bungkil jagung sebelum diberikan kepada ternak unggas.

Akibat kurangnya produksi beras di Sidrap belakangan ini, terpaksa sejumlah pengusaha mengimpor dedak dari berbagai daerah di Sulsel. Diungkapkan juga, kelangkaan dedak yang mengakibatkan lonjakan harga memang terjadi setiap tahun. Untuk mengantisipasi hal itu, Pemkab Sidrap kata Haikal akan terus memantau pendistribusian dedak di Bumi Nene Mallomo.

"Kami juga mendorong Bulog serta pengusaha penggilingan beras, agar tidak menjual dedak produksinya keluar Sulsel. Mengingat, selama ini memang banyak permintaan dari Kaltim agar mengekspor dedak ke daerah itu. Sementara, kita selalu kesulitan stok. Utamanya saat tidak ada panen. Saya pikir, seperti inilah memang hukum ekonomi yaitu supplay and demand," kata Haikal.

Read More.....>>

Penambang Tewas Tertimpa Batu


Seorang penambang batu asal Makassar, Dg Amang,45 tewas tertimpa reruntuhan batu gunung saat melakukan penggalian di Lereng Gunung Allakuang, Kecamatan Maritengngae kemarin.

Dg Amang yang sehari-harinya bekerja sebagai penggali batu gunung ini mengembuskan napas terakhir, setelah tubuhnya tertimpa batu gunung. Sejumlah sumber di sekitar lokasi menyebutkan, korban tidak menduga batu yang berada di atasnya tiba-tiba rubuh.



Meski menyadari rubuhnya batu tersebut, namun dia tidak sempat menyelamatkan diri. Tak pelak puluhan batu berukuran besar dan kecil menimpa tubuh korban. Akibat timpahan batu tersebut, korban mengalami luka sobek di sejumlah bagian tubuhnya. Bahkan sejumlah rekan korban memperkirakan, Dg Amang mengalami patah leher akibat ukuran batu yang sangat besar menimpanya.

"Korban tidak pernah menduga kalau bongkahan batu yang berada diatasnya akan jatuh secara tiba-tiba, sehingga langsung menimpa dirinya. Saya perkirakan bongkahan batu itu memang sudah tidak kuat lagi sehingga jatuh tiba-tiba," jelas salah seorang rekan korban, Fadli.

Amang akhirnya dimakamkan keluarganya di Pekuburan Islam Allakuang kemarin. Diketahui, Amang adalah warga Makassar yang sudah lama bekerja sebagai penggali batu di Desa Allakuang. Fadli menceritakan, Amang telah bekerja sejak puluhan tahun terakhir.

Dalam bekerja, dia memperoleh pendapatan berdasarkan volume pekerjaannya. Meski bekerja keras, namun kehidupannya serba paspasan. Batu hasil galian Amang dan sejumlah rekannya yang lain, biasanya dibeli oleh perajin batu nisan dan cobek di sekitar gunung tersebut. Batu gunung hasil tambang itu, dibeli oleh perajin seharga Rp150 ribu per truk.

Diketahui, ada dua gunung batu yang selama ini diolah oleh penduduk setempat. Selain dijual kepada perajin batu nisan, batu tersebut juga dijual sebagai bahan pondasi rumah. Kasat Reskrim Polres Sidrap AKP Syamsu Yasmin yang dihubungi kemarin, membenarkan kejadian tersebut.

Dikatakan, pihaknya tengah menyelidiki penyebab kematian penambang tersebut. "Polisi belum bisa memastikan apakah kasus ini mengandung unsur pidana, ataukah merupakan murni kecelakaan. Semuanya masih diselidiki," kata Syamsu.

Kasat Reskrim juga meminta kepada pekerja tambang di lokasi tersebut untuk berhati-hati, dan mengutakan keselamatan dalam bekerja. Berdasarkan informasi yang dihimpun Seputar Indonesia di lokasi, kejadian tersebut merupakan kecelakaan pertama dalam puluhan tahun terakhir.

Read More.....>>

Bursa Calon Sekkot Parepare Memanas

Senin, 26 Oktober 2009


Jabatan Sekretaris Kota (Sekkot) Parepare Rahim Rauf, dipastikan akan berakhir pada 1 November mendatang. Saat ini, bursa calon Sekkot memanas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Seputar Indonesia, ada tujuh nama yang digadang-gadang sebagai pengganti Rahim. Disebutkan, lima orang berasal dari lingkup Pemkot Parepare, dan dua dari luar Parepare. Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat (BKDD) Parepare Ramadhan Umasangaji mengatakan, ada lima calon Sekkot Parepare yang diusulkan BKDD Parepare ke Walikota.



Mereka adalah Kepala Badan Inspektorat Parepare Hatta Buroncong, Kadis Pendidikan Parepare Mustafa Mappangara, Kepala BKDD Parepare Ramadhan Umasangaji, Kepala Badan Lingkungan Hidup Parepare Mang Arfah, dan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Salim Sultan. Sementara calon Sekkot yang berasal dari luar Parepare adalah salah seorang pejabat di Pemkab Enrekang dan pejabat di Pemkot Makassar.

"Pengusulan lima nama tersebut berdasarkan hasil pertimbangan tim Baperjakat. Pengusulan lima nama dari Parepare itu sesuai Permendagri Nomor 5 tahun 2005 Tentang Prosedur Pengangkatan Sekda. Lima nama ini kita usulkan ke walikota dan kita berharap menjadi tiga nama untuk ditindaklanjuti ke Makassar. Setelah dari Makassar, akan muncul satu nama yang terpilih sebagai Sekkot Parepare," kata dia.

Munculnya nama-nama calon Sekkot Parepare itu, cukup mencuri perhatian dari sejumlah pihak. Direktur Yayasan Lembaga Pengkajian Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (YLP2EM) Ibrahim Fattah mengatakan, figur Sekkot yang baru sebaiknya diprioritaskan dari lingkup Pemkot Parepare. Menurut dia, Sekkot yang baru harus mengetahui seluk beluk Parepare dan menguasai permasalahan yang selalu terjadi di kota berjuluk Bandar Madani itu.

Ibrahim menegaskan, Parepare mempunyai banyak persoalan dan menyimpan berbagai potensi sehingga dibutuhkan orang yang jeli, agar dapat menyelesaikan permasalahan itu, serta memanfaatkan segala potensi yang ada, untuk kesejahteraan warga kota. "Itu yang menjadi penekanan kami, agar kota ini menjadi lebih baik lagi di masa yang akan datang," kata dia.

Terpisah, Ketua DPRD Parepare Kaharuddin Kadir menegaskan, Pemkot sudah harus segera melakukan rekrutmen calon Sekkot baru, dan tidak memperpanjang masa jabatan Rahim Rauf. Menurut dia, hal itu untuk menghindari terjadinya kekosongan jabatan Sekkot, dan juga merupakan upaya regenerasi, karena dia menganggap sangat banyak pejabat di Parepare yang masih muda dan dianggap layak untuk menduduki jabatan tersebut.

Dikatakan juga, dalam Pasal 4 Ayat 1 PP Nomor 65 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 Tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil, tentang usia pensiun PNS yang memangku jabatan eselon, disebutkan bahwa batas usia pensiun bagi PNS yang memangku jabatan tertentu dapat diperpanjang, namun kebijakan perpanjangan dimaksud pada prinsipnya tidak menjadi keharusan bagi walikota untuk melaksanakannya.

"Kami minta agar Walikota dan Wakil Walikota Parepare selaku pembina kepegawaian di Kota Parepare supaya tidak melakukan perpanjangan usia pensiun kepada PNS yang telah memasuki usia pensiun. Kebijakan perpanjangan usia pensiun kepada PNS yang telah memasuki usia pensiun menghambat proses regenerasi dalam lingkup Pemkkot Parepare," kata dia.

Read More.....>>

Gedung Perpustakaan SD Binuang Roboh


Proyek pembangunan gedung perpustakaan SD Inpres Binuang Kecamatan Balusu, roboh diterjang angin kencang, kemarin. Beruntung, tak ada korban dalam kejadian itu.

Kepala SD Inpres Binuang Hamzah menyatakan, gedung perpustakaan tersebut roboh akibat diterjang anging kencang pada pukul 15.00 Wita. Padahal saat itu, sejumlah tukang sementara bekerja menuntaskan pembangunan gedung itu. Untungnya, mereka dapat terhindar dan tidak menjadi korban dari reruntuhan bangunan itu.



Disebutkan juga, pembangunan gedung perpustakaan itu, menelan anggaran senilai Rp100 juta dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Barru 2009. Pengerjaan bangunan juga disebutkan telah memasuki tahap kedua. "Gedung itu sudah memasuki pembangunan tahap kedua. Namun tiba-tiba roboh diterpa anging kencang. Untungnya tidak ada korban jiwa," kata dia.

Hamzah juga menjelaskan, hingga saat ini pihaknya tidak dapat memperkirakan jumlah kerugian dalam kejadian itu. Namun, malah tersebut telah dilaporkan ke Kepala Dinas Pendidikan Barru. Terpisah, ratusan murid Sekolah Dasar (SD) di Sidrap terpaksa belajar dibawa kolom rumah penduduk.

Penyebabnya, ruang kelas yang biasanya mereka gunakan untuk mengikuti proses belajar-mengajar, kini dalam proses penggantian kerangka atap. Data yang dihimpun oleh Forum Pemerhati Pendidikan Dasar (FPPD) Sidrap menyebutkan, sedikitnya 104 SD di Sidrap yang mengalami proses penggantian kerangka penyanggah atap yang tadinya menggunakan kerangka kayu, menjadi baja.

Itu artinya total murid keselurahan mencapai ribuan anak. Ketua FPPD Sidrap Muh Ahwadi sangat menyayangkan tindakan pemerintah dan rekanan yang mengerjakan proyek pemasangan kerangka baja itu, dan tidak memiliki jadwal perencanaan sebelum terlanjur membongkar kerangka penyangga atap sekolah tersebut.

Akibatnya kata dia, sudah hampir sebulan lamanya murid terpaksa belajar dibawa kolom rumah warga. Pantauan kegiatan murid SD Negeri 1 Amparita Kecamatan Tellu Limpoe di salah satu rumah warga menyebutkan, kalangan murid terkesan tidak bersemangat mengikuti proses pengajaran yang diberikan oleh gurunya.

Selain terasa bising akibat suara kendaraan yang lalu lalang, sejumlah murid yang ditemui juga mengaku tidak bisa berkonsentrasi belajar lantaran terasa panas. "Kami tidak bisa belajar dengan baik. Banyak suara kendaraan disini, apalagi suasananya terasa sangat panas.

Kita semua berharap agar atap sekolah kami dapat terpasang secepatnya." ujar Irwan, salah seorang murid. Hingga saat ini, Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sidrap Syaharuddin, belum berhasil dikonfirmasi mengenai rehabilitasi ratusan gedung SD tersebut.

Read More.....>>